Selamat Datang di Situs Resmi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang   Kepada Yth Wali Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN RF Untk menghadiri acara Silaturahmi dan pertemuaan wali MAHASISWA FITK ANGKATAN 2018 pada HARI: JUMAT TANGGAL: 14 SEPTEMBER 2018 Jam: 08.30 SD 11.00 Tempat: Academic Center UIN Raden Fatah  

BNPT RI: Pemuda dan 4 Pilar Kebangsaan Tameng Radikalisme dan Terorisme

Dikirim oleh : Kemas Ari Panji | Hist : 1057 | Kategori : UIN Raden Fatah Palembang | 22/11/2018 05:33:50 WIB

Palembang - UIN Raden Fatah Palembang bersama BNPT-RI, Gelar Kuliah Kebangsaan tentang “Peran Generasi Milenial dalam Menghadapi Ancaman Radikalisme dan Terorisme dalam Menjaga Kebhinekaan”, di Gedung Academik Center UINRF, Rabu (21/11/18).

 

 

HUMAS-UINRF,-- Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Fatah (DEMA UINRF) Palembang Menggelar Kuliah Kebangsaan bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT-RI), Dengan tema “Peran Generasi Milenial dalam Menghadapi Ancaman Radikalisme dan Terorisme dalam Menjaga Kebhinekaan”, di Gedung Academik Center UINRF, Rabu (21/11/18).

Rektor UINRF Palembang, Prof. Drs. H.M. Sirozi, MA.,Ph.D. menjelaskan bahwa radikalisme  bisa merusak eksistensi bangsa dan negara. Karena elite dan masyarakat terjebak dengan pola penyelesaian masalah yang tidak tepat. Masa depan bangsa dan negara itu tergantung pada generasi muda, seperti para mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang.

“Perubahan-perubahan besar yang diawali oleh pemuda. Semua perubahan besar diawali dengan peran pemuda. Karena itu, melalui kuliah ini mahasiswa bisa memahami betul bagaimana cendikiawan, pelajar, sarjana tidak cukup menyelamatkan dirinya sendiri. Mahasiswa dan pemuda harus berperan aktif untuk menghindarradikalisme” Ujar Prof. Sirozi.

Selain itu, Kepala Polisi Daerah Sumatera Selatan (Kapolda Sumsel), Irjen Prof. Zulkarnain Adinegara menjelaskan betapa pentingnya 4 pilar kebangsaan Republik Indonesia

“Pentingnya 4 pilar yaitu NKRI, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945 dan Pancasila di dalam negara. Sehingga Mahasiswa dan pemuda berperan penting di dalam sebuah negara. Walaupun berbeda tetapi kita tetap satu”Ucapnya

Sementara itu Direktur Pencegahan BNPT-RI, Brigjen Pol. Ir. Hamli. M.E. menjelaskan tentang pemahaman apa itu terorisme secara terperinci.

”Terorisme bukanlah hal yang baru ada, karena sudah ada sejak lama seprti dimasa masa orde lama dan orde baru. Tetapi, pada saat reformasi mereka lebih masif melakukan kekerasan. Media sosial sebagai alat komunikasi, intimidasi, rekruitment. Jangan sampai kita berkonflik satu sama lain” jelasnya

Melalui kuliah kebangsaan ini dapat memberikan pemahaman wawasan kebangsaan, dan keagamaan yang komperhensif. Dan bersama-sama untuk melawan radikalisme di kampus, tutupnya. (NK/ARI)

Sumber : Kontributor dan HUmas UINRF (Nur Khotimah dan Kemas Ari)