IAIN Raden Fatah Palembang
Pendaftaran calon penerima Beasiswa BidikMisi Tahun 2014 telah dimulai bagi seluruh Mahasiswa baru angkatan tahun 2014. Informasi dan persyaratan dapat di dapat di menu Download.Masa Registrasi Ujian Masuk Mandiri II berlangsung dari tanggal 28 Agustus 2014-01 September 2014 pukul 16.00, bagi yang tidak mendaftar pada masa tersebut dianggap mengundurkan diri
Link Internal
Diary Pimpinan
  • Rektor
    Selasa-16 September 2014-08:37:20
    KELUAR
  • Wakil Rektor I
    Selasa-16 September 2014-08:37:16
    KELUAR
  • Wakil Rektor II
    Selasa-16 September 2014-08:37:07
    KELUAR
  • Wakil Rektor III
    Selasa-16 September 2014-08:35:18
    KELUAR
  • Kabiro AUAK
    Selasa-16 September 2014-08:35:03
    KELUAR
Berita Terkini
Agenda
Link Terkait
Perlunya Redesain Pendidikan Islam Transnasional
Selasa, 25 Desember 2012 - 09:36:33 WIB | Diposting oleh : Administrator | Kategori: Pendidikan - Dibaca: 71010 kali

Pendakatan Baru Bagi PPs IAIN Raden Fatah

Radenrafah.ac.id – Dalam rangka menyikapi persoalan pendidikan yang semakin kompleks di tengah-tengah arus globalisasi dan peliknya persoalan bangsa. Pascasarjana menawarkan sebuah pendekatan baru dalam menyikapi pendidikan yang kompleks tersebut. Salah satunya melakukan pendekatan transnasional. “Kami meyakini bahwa di tengah-tengah persoalan kebangsaan yang semakin pelik ini perlu dilakukan pendekatan pendidikan Islam transnasional. Dimana ideologi bangsa menjadi bagian pembahasan Islam sebagai komitemen keberagamaan seseorang. Untuk itulah, kami menggelar Seminar Internasional,”ungkap Dr Munir di tengah-tengah konferensi pers menjelang diselenggarakannya Seminar Internasional oleh Program Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang.

 

“Kami berharap seminar yang akan digelar nanti besok Rabu, 5 Desember 2012 di Akademik Center memberikan alternatif pendekatan pendidikan Islam dan direncanakan salah satu konsentrasi pada program doktor Pascasarjana IAIN Raden Fatah. Kami berhadap nantinya, program doktor kita menelurkan pemikiran-pemikiran yang bersifat kekinian dan betul-betul menyerap aspirasi masyarakat Indonesia yang beraneka ragam pemikiran dan budaya, selain ancaman terorisme dan konflik sosial,”jelas Dr Munir.

 

Di lain kesempatan disampaikan oleh wakil sekretaris panitia Afriantoni, MPdI, “Panitia sudah sepenuhnya mempersiapkan kegiatan dengan matang, baik dari narasumber maupun peserta yang akan hadir. Dari luar daerah ada IAIN Jambi, Yogyakarta, Jakarta dan Bandung. Peserta dari luar negara sampai sekarang belum ada konfirmasi, namun pembicara internasional sudah siap semua,tinggal menunggu hari pelaksanaan,”jelasnya.

 

“Mereka yang bakal hadir yakni Prof Mark Woodward Guru Besar Center for the Study of Religion and Conflict, Arizona State University, Dr  Habib Chirzin Coordinator, South East Asia Forum On Islamic Epistemology and Education Reform, Prof Dr Amin Abdullah, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Dr Jalaluddin, Guru Besar Pendidikan Islam IAIN Raden Fatah Palembang, Prof. Mat Rofa Ismail, Guru Besar Institute for Mathematical Research Universiti Putra Malaysia, Siti Syamiyatun, PhD Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan terakhir Dr Musnur Hery, MAg Dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. Mereka semua sudah konfirmasi dapat hadir, namun kita tidak tahu pada hari pelaksanaanya mudah-mudahan tidak ada perubahan,”ungkap Afriantoni saat dikonfirmasi soal pembicara yang akan hadir.

Pada pelaksanaan seminar internasional diawali oleh sambutan oleh laporan ketua pelaksana Dr Munir. MAg dan sambutan Direktur Pascasarjana IAIN Raden Fatah Prof Dr Ris’an Rusli serta dibuka secara resmi oleh Dr Heri Junaidi mewakili Rektor IAIN Raden Fatah Palembang, karena beliau sedang bertugas kunjungan ke luar negeri. Acara pembukaan berlangsung dengan hikmat dan bersahaja.

Pada sesi pertama, tampil sebagai pembicara Prof. Max Woodward yang menyampaikan perlunya peletakan sebuah paradigma baru dalam  membangun inklusifitas pendidikan, agar memperoleh tempat dimata masyarakat secara luas. Sikap inklusif harus dimiliki setiap manusia yang menginginkan perdamaian dan keamanan, bukan dengan sikap teroris dan anti perdamaian,”ungkapnya pada saat menyampaikan makalah seminarnya.

Lain hal dengan Prof. Dr. Jalaluddin yang mengungkapkan sistem  penyelenggaraan pendidikan  agama Islam tidaklah bersifat statis. Selalu mengalami perubahan dan pembaharuan. Disesuaikan dengan kebutuhan dan tuntutan zamannya.  Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, sebenarnya  unsur inklusifisme  dalam  pendidikan agama Islam telah berlangsung sejak lama. Khususnya dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. Fakta sejarah membuktikan berbagai peristiwa tentang sikap inklusif para alumni pendidikan Islam tersebut.,”Urainya meyakinkan para audiens tentang pandangannya.

Pembicara selanjutnya yakni Prof Dr Amin Abdullah,”Dunia global memiliki ciri kemudahan transportasi, Informasi dan Teknologi,  komunikasi elektrik dan atmosfir modern. Dari negara-bangsa kekehidupan warga global Dari kehidupan yang keras ke tipe lembut transnasional. Umumnya di Indonesia hanya mengenal tipe transnasional keras. Karenanya, ke depan perlu adanya pendidikan Islam transnasional yang lembut mengupayakan kepentingan yang lebih besar terhadap pembangunan negara,”ungkapnya dalam seminar internasional tersebut.

Pada sesi kedua, tampil Prof. Dr. Mat Rofa Ismail yang menguraikan  hilangnya hukum kuasalita dalam dunia pendidikan, padahal hukum kuasalitas bagi yang tidak terpisah dari takdir Allah. Pendidikan Islam di manapun harus menjadi solusi dengan mengacu nilai-nilai Islam secara totalitas. “Saya secara pribadi mendukungan perlunya pendidikan Islam melalui pendekatan transnasional yang lebih plural dan mengedepankan nilai-nilai inklusif dalam berbagai aspek kehidupanannya,”jelasnya di tengah-tengah menyampaikan materi seminar internasional tersebut.   

 

Selanjutnya, Habib Hirzin mengungkapkan “Epistemologi dalam keilmuan Islam harus benar-benar dikaji untuk meletakkan persoalan keilmuan dan kurikulum pendidikan dengan baik, sehingga akan adanya formulasi yang tepat bagi pengembangan pendidikan di Indonesia yang semakin “terpuruk” secara kultur, budaya dan sikap perilaku,”ungkapnya yang menginginkan adanya kebersamaan dalam mencari solusi pendidikan di Indonesia.

 

Pembicara selanjutnya, Siti Syamsyiatun yang menekankan pada pentingnya visi, misi dan tujuan untuk merealisasikan program pendidikan transnasional. Konsep ini bukan konsep baru, namun konsep ini dapat menjadi solusi dalam melakukan pendekatan terhadap berbagai program pemerintah tentang pendidikan karakter dan pendidikan multikultur. Tawaran ini harus menyatu dalam kehidupan kita sehari-hari.,”jelasnya dengan semangat dan penuh antusias.

 

Pembicara pamungkas yakni Dr Musnur Hery yang mengangkat soal desain PAI untuk program doktor IAIN Raden Fatah. “Konflik sosial sering kali diperkeras oleh adanya legitimasi keagamaan yang diajarkan dalam pendidikan agama di sekolah-sekolah daerah yang rawan konflik. Pendidikan agama baik di sekolah umum maupun sekolah agama lebih bercorak eksklusif, yaitu agama diajarkan dengan cara menafikan hak hidup agama lain, seakan-akan hanya agamanya sendiri yang benar dan mempunyai hak hidup, sementara agama yang lain salah, tersesat dan terancam hak hidupnya . Karenanya, untuk desain pendidikan program doktor harus mengarah transnasional. Contonya, “Fiqh; ditekankan pada fikih siyasah yang mengandung  konsep-konsep kebangsaan yang telah dicontohkan pada zaman, Nabi, Sahabat ataupun khalifah-khalifah sesudahnya. Pada zaman Nabi misalnya, bagaimana Nabi Muhammad mengelola dan memimpin masyarakat Madinah yang multi-etnis, multi-kultur, dan multi-agama. Alqur’an-Hadits; selain ayat-ayat dan hadits tentang keimanan juga perlu ditambah dengan ayat-ayat yang dapat memberikan pemahaman dan penanaman sikap ketika berinteraksi dengan orang yang berlainan agama, sehingga sedini mungkin sudah tertanam sikap toleran, inklusif pada peserta didik, yaitu a) materi yang berhubungan dengan pengakuan al-Qur’an akan adanya pluralitas dan berlomba dalam kebaikan ,”Jelasnya ketika menguraikan makaklhnya dalam  seminar tersebut.

 

Prof Dr Ris’an Rusli selaku Direktur Program Pascasarjana IAIN Raden Fatah menyampaikan kebahagiaannya terhadap terselenggaranya seminar internasional ini.”Saya ucapkan terima kasih kepada tim panitia yang dalam tempo singkat mampu menyelenggerakan kegiatan ini, jujur ini adalah sebuah prestasi yang harus terus dijaga dan ditingkatkan agar kerja-kerja kepanitiaan bertambah profesional dan memuaskan,”katanya mengomentari terselenggaranya kegiatan ini.

 

Diakhir Seminar Internasional ini menghasilkan rekomendasi yang merupakan terjemahan konkret dari keinginan dari Program Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang agar program doktor pendekatan transnasional.”Dengan ini saya sebagai penutup dari seminar internasional ini direkomendasikan bahwa pendekatan program doktor IAIN Raden Fatah dalam program pendidikan Islam yakni pendidikan Islam transnasional,”ungkap Dr Munir saat menyampaikan rekomendasi akhir seminar internasional tersebut. (Tim Pascasarjana).



Materi Sejenisnya

Komentar


Isi Komentar :
Nama
Website
Ex : radenfatah.ac.id (tanpa http://)
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Kolom Rektor

    Alhamdulillah berkat komitmen dan kerja keras bersama, IAIN Raden Fatah telah berhasil mendapatkan pengakuan sebagai salah satu lembaga yang berkomitmen kuat untuk memperbaiki manajemen secara terus menerus. Pada tanggal 17 April 2013 IAIN Raden Fatah telah ter- Sertifikasi ISO 9001:2008 dalam bidang Quality Management System dengan ruang Lingkup : 1. Bagian Kepegawaian IAIN Raden Fatah 2. Bagian Akademik IAIN Raden Fatah 3. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga IAIN Raden Fatah 4. Bagian Perencanaan 5. Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan Kelima bagian yang telah mendapat pengakuan sebagai lembaga yang mampu memperbaiki system manajemen secara terus menerus sesuai dengan standar international ini telah ter- register secara international dengan sertifikat No FS 594451 oleh badan sertifikasi ISO yang memiliki standar international Bristish Standard International berpusat di United Kingdom website bsigroup.com. (REKTOR PERIODE 2011-2015)

Kolom Warek I

Kolom Warek II

    Sumatera Selatan telah menghibahkan tanah sebanyak 30 hektar di Jakabaring. Di sana akan dibangun tiga bangunan yang luar biasa yaitu Islamic Center, Masjid Raya dan UIN Raden Fatah. Oleh Karena itu saya mengajak segenap civitas akademika IAIN Raden Fatah Palembang untuk mempersiapkan diri dengan meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia Pembantu Rektor II IAIN Raden Fatah Palembang Periode 2011-2015

  • artikel Pembantu Rektor II (PR II

Kolom Warek III

    Visi pembinaan bidang kemahasiswaan PTAI yaitu terwujudnya suasana yang kondusif bagi pembinaan dan pengambangan jati diri mahasiswa yang pada gilirannya dapat menjadikan mahasiswa unggul, cerdas, berakhlak mulia, humanis dan kompetitif. Sejalan dengan itu, IAIN Raden Fatah mempunyai visi pengembangan pembinaan kemahasiswaan yaitu menjadikan mahasiswa sebagai insan yang luhur akhlaknya, unggul akademiknya, terampil dan mandiri.

  • SHORT COURSE IN LEIDEN UNIVERSITY, NETHERLAND: An Experience
Download Area